Sembur Tutur di Kala Renta

10 Oktober 2026
MUJIMAN
Dibaca 23 Kali

MARGOSARI, PENGASIH – KULON PROGO — Menjelang purna tugas, pengabdian Dukuh Kembang, Kalurahan Margosari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo tetap semangat sampai akhir. Walau masa bakti tinggal menghitung hari, semangat melayani masyarakat tidak pernah surut. Inilah sembur tutur di kala renta, pengabdian yang tuntas sampai akhir.

Masyarakat Pedukuhan Kembang pun menyambut dengan semangat dan penuh pengertian. Warga memahami betul bahwa ini adalah masa-masa akhir tugas seorang dukuh yang telah lama mengabdi. Dukungan dan kebersamaan justru semakin kuat terjalin. Meski akan segera purna, agenda kemasyarakatan tetap berjalan seperti biasa. Dukuh bersama warga . kader.dan tokh masyarakat tidak mengurangi sedikit pun tanggung jawabnya:

1. Melaksanakan Kegiatan dan Monitoring Posyandu

Dukuh tetap aktif turun langsung memonitoring kegiatan Posyandu balita dan lansia. Memastikan kesehatan ibu, anak, dan lansia di Kembang tetap terpantau dengan baik dan memotivasi kader.tokoh masyarakat tetap semangat melanjutkan perjuangan walau terjadi pergantian dukuh.

2. Melaksanakan Kegiatan Pendistribusian MBG

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap didistribusikan dengan lancar. Dukuh bersama kader memastikan bantuan tepat sasaran dan sampai ke warga yang membutuhkan.

3. Menyiapkan dan Melaksanakan Program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni)

Pendataan dan persiapan pelaksanaan bedah rumah atau program RTLH terus dimatangkan. Dukuh memastikan warga yang berhak mendapatkan hunian layak didatakan di usulan Kalurahan. Dan di akhir tahun ini ada 3 pemanfaat yang lolos siap didanai dari pemerintah.Tentunya kami sudah mengkondisikan pemanfaat. warga dan tokoh masyarakat untuk bergotong royong agar pelaksanaan sukses seperti rencana.

4. Melaksanakan Kegiatan Masyarakat Lainnya

Mulai dari kerja bakti, pertemuan warga, pendampingan kegiatan pemuda, hingga turnamen bola voli Margosari CUP, semua tetap dikondisikan dan dikawal hingga tuntas. "Prinsip saya, mengabdi itu sampai titik terakhir. Selama masih diberi amanah, saya harus hadir untuk warga," ujar Dukuh Kembang dengan penuh haru. Warga Kembang pun menyampaikan apresiasi yang tinggi. "Kami paham ini masa akhir beliau, tapi semangatnya luar biasa. Kami jadi ikut semangat. Beliau memberi contoh bahwa menjadi pemimpin itu melayani sampai selesai," ungkap salah satu warga.

Kisah Dukuh Kembang ini menjadi cermin bahwa purna tugas bukanlah alasan untuk berhenti mengabdi. Di kala renta, justru sembur tutur pengabdian semakin bermakna — meninggalkan jejak kebaikan yang akan selalu dikenang warga Kembang.

Terima kasih atas pengabdian, Dukuh Kembang. Kembang tetap Guyub, Rukun, dan Sejahtera!